Besaran Nilai Jaminan Pemeliharaan Konstruksi: Menentukan Jaminan yang Tepat untuk Proyek Anda

Jaminan pemeliharaan (maintenance bond) atau retensi merupakan instrumen penting dalam proyek konstruksi untuk memastikan kualitas pekerjaan kontraktor selama masa pemeliharaan. Besaran Nilai Jaminan Pemeliharaan Konstruksi perlu ditentukan secara cermat untuk mencapai keseimbangan antara perlindungan bagi pemilik proyek dan efisiensi bagi kontraktor.[1]

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Jaminan Pemeliharaan:

  • Nilai proyek: Nilai proyek menjadi faktor utama dalam menentukan nilai jaminan pemeliharaan. Semakin tinggi nilai proyek, semakin besar pula potensi kerugian finansial bagi pemilik proyek jika terjadi cacat atau kerusakan.
  • Tingkat kompleksitas proyek: Proyek yang lebih kompleks umumnya memiliki risiko cacat atau kerusakan yang lebih tinggi, sehingga membutuhkan jaminan pemeliharaan yang lebih besar.
  • Riwayat kinerja kontraktor: Kontraktor dengan riwayat kinerja yang baik dapat memperoleh jaminan pemeliharaan dengan nilai yang lebih kecil.
  • Ketentuan peraturan: Di beberapa negara atau wilayah, terdapat peraturan yang mengatur nilai jaminan pemeliharaan minimum untuk proyek konstruksi.

Rumus Umum Perhitungan Nilai Jaminan Pemeliharaan:

Nilai jaminan pemeliharaan umumnya dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

Nilai Jaminan Pemeliharaan = Persentase Jaminan Pemeliharaan x Nilai Kontrak

Persentase Nilai Jaminan Pemeliharaan biasanya berkisar antara 2% hingga 10% dari nilai kontrak. Persentase yang tepat dapat ditentukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Contoh Perhitungan:

  • Nilai kontrak: Rp 100.000.000.000
  • Persentase jaminan pemeliharaan: 5%

Nilai Jaminan Pemeliharaan = 5% x Rp 100.000.000.000 = Rp 5.000.000.000

Tips Menentukan Nilai Jaminan Pemeliharaan

  • Konsultasikan dengan konsultan proyek atau ahli hukum: Konsultan proyek atau ahli hukum dapat membantu Anda dalam menentukan nilai jaminan pemeliharaan yang tepat untuk proyek Anda.
  • Bandingkan penawaran dari beberapa bank: Bank yang berbeda mungkin menawarkan nilai jaminan pemeliharaan yang berbeda. Bandingkan penawaran dari beberapa bank untuk mendapatkan penawaran terbaik.
  • Pastikan jaminan pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan Anda: Pastikan nilai jaminan pemeliharaan cukup untuk melindungi Anda dari potensi kerugian finansial, namun tidak terlalu besar sehingga memberatkan kontraktor.

Menentukan nilai jaminan pemeliharaan yang tepat merupakan proses penting dalam proyek konstruksi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang relevan dan mengikuti tips di atas, Anda dapat menentukan prosentase nilai jaminan pemeliharaan yang optimal untuk melindungi kepentingan Anda dan memastikan kelancaran proyek Anda.

 

PT. Shorai Sarana Suretyndo: Jasa Penerbitan Jaminan Pemeliharaan

Melalui konsep jaminan pemeliharaan dalam pengadaan barang dan jasa, tercipta dasar kepercayaan antara pemilik proyek dan penyedia barang serta jasa. Hal ini menjadi landasan untuk pencapaian tujuan proyek dengan kualitas yang optimal dan kepuasan pemilik proyek. Sebagai Konsultan Bank Garansi  dan surety bond, tentunya kami PT. Shorai Sarana Suretyndo siap membantu pelaku usaha dalam hal penerbitan bank garansi dan surety bond. Baik untuk kegiatan proyek konstruksi, non Konstruksi/ pengadaan barang dan jasa.

Tentunya kami memberikan layanan secara total servicetanpa agunan / non collateral, biaya kompetitif, proses cepat dan mudah, serta bisa di chek langsung keabsahannya. Tentu saja kepuasan pelanggan adalah kebanggaan bagi kami, Real Partner. 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami pada kontak yang tersedia
PT. Shorai Sarana Suretyndo
Jl. Rawa Kuning Raya 2 No. 108 Pulo Gebang
Cakung Jakarta Timur 13950
Contact Person:
Hery Gumay
Email  : hery.shorai@gmail.com; info@shoraisarana.com
Handphone/WhatsApp : 0813-8885-7500
Layanan Online 24/7

Baca Juga: Jaminan pemeliharaan atau retensi